Mahasiswa baru semester 1


 Asmita....  
Kata singkat itu adalah  nama saya. Asmita anak pertama dari 6 bersaudara. Saya lahir tanggal 8 maret 2000 jadi kalau sekarang dihitung hitung umur saya sudah menginjak usia 20 tahun. Saya akan mulai dari hobi saya yaitu menyanyi, mendengar musik, dan belajar hal hal baru. Hobi yang paling seru adalah nyanyi karna dengan bernyanyi saya bisa mengapresiasikan semua hal yang  tidak bisa kuluahkan hanya dengan berbicara. Selain menyanyi saya juga lumayan suka dengan mata kuliah pilhan saya yaitu fisika tentu karna guru SMA saya sangat mendukung saya untuk menekuni mata pelajaran ini. Beliau adalah Ibu Rohani yang selalu memberikan pelajaran, arahan tentang fisika sekaligus pramuka. Beliau sangat sabar menghadapi murid yang lumayan bandel 😁.
Selama SMA saya selalu meraih peringkat kedua di kelas, saya juga aktif di berbagai organisasi baik intra maupun ekstrakurikuler disekolah. Saya juga sangat suka berorganisasi Pada organisasi intara sekolah (OSIS) saya menjadi sekertaris, sedangkan di organisasi ekstrakurikuler  pramuka (sekertaris), remus(ketua tarbiyah), dewan kerja ranting/ DKR, seni( penyanyi), remas (sekertaris).  Hal inilah yang membuat saya selalu sibuk di sekolah dan menjadi orang yang lebih bermanfaat. 
Saya murid yang cukup antusias saat belajar terutama fisika karna fisika itu cukup menarik karna seperti yang saya ucapkan saya suka dengan hal hal baru, dan teman teman disekolah tidak ada yang menyukai pelajaran ini nah hal itulah yang memotovasi saya menyukai pelajaran ini. Saya murid yang cukup pendiam dan tidak pernah berbicara ketika belum di beri kesempatan atau di tunjuk oleh guru karna saya siswa yang sangat pemalu 😁🤔. Selama SMA saya sudah mempersiapkan bahwa nantinya saya akan mengambil prodi Seni budaya karna saya sangat hobi dengan menyanyi namun saya juga sangat penasaran dengan fisika karna smpai hari itu teman teman saya kurang menyukai pelajaran tersebutSenin 27 maret 2017 yang tidak akan pernah terlupa, karena hari ini adalah upacara terakhir dan aku tidak bisa hadir. Hal ini terjadi karena ibuku menikah lagi dengan teman SMA nya dulu, bersamaan dengan hari perceraian ayahku dengan ibu tiriku (teman atau sahabatku dulu). Hari itu rasanya aku ingin buang diri saja, karena aku juga tidak diizinkan untuk dating kesekolah. Aku bingung jadi hari itu aku hanya bisa memeluk ibuku yang sedang duduk bersanding dengan orang lain, sedangkan ayahku tidak kuizinkan masuk kepesta perkawinan ibuku karena air mataku tidak bisa kutahan ketika melihat orang-orang kusayang harus duduk berdampingan.
Entahlah mungkin aku sebagai anak terlalu memaksakan kehendak dan belum bisa menerima bahwa mereka telah lama berpisah sehingga sepanjang hari aku hanya bisa menangis sepanjang hari. Fikiranku kacau,perasaanku tak menentu.bahkan aku sempat berfikir apa guna hidup bila hanya menyaksikan hal seperti ini.
Sambil menangis aku mengurung diri di toilet karna aku tak ingin di hari pernikahan ibu aku hanya bisa menangis sulit rasa berbohong dengan perasaan sendiri. Namun adikku irhas mampu tersenyum walaupun setelah acara itu berlalu dia memelukku dan berkata kau harus sabar dan jangan menyerah karena masih ada aku adikmu yang butuh akan hadirmu, kita diberikan seperti ini karena kita mampu melewatinya bersama.
Setelah itu akupun keluar dari toilet bersama adikku yang berhasil membujukku untuk keluar sejenak untuk berjalan sore, katanya tidak semua hal yang kita takutkan akan terjadi.
Namun setelah itu aku baru tahu bahwa dia juga hancur dengan semua ini. Aku mengetahui hal ini dari teman-teman sekelasku dan sahabat adikku. Namun aku tak habis fikir adikku yang kukenal sabar,tabah mengomsumsi obat-obatan dengan merak yang berbeda-beda, ditambah lagi, dia merokok dan sering bolos aku makin terpuruk dengan keadaan ini.
Pada suatu malam adikku mengajakku berbincang-bincang hingga akhirnya dia meminta maaf kepadaku karena kelakuaanya selama ini yang tidak pernah jujur bahwa dia juga tidak mampu melewati semua ini. Aku sempat merah karena dia seakan ingin merusak dirinya sendiri dengan mengomsumsi obat-obatan. Setelah itu dia menjelaskan bahwa dia tidak ingin menambah beban fikiranku saat itu, karena aku yang terlalu larut dalam kesedihan sehingga tidak memperhatikan adikku yang kala itu baru saja menginjak SMA kelas 1.
Setelah itu akupun kembali bangkit untuk aktif belajar dan menekuni beberapa organisasi kala itu. Oraganisasi yang kuikuti antara lain pramuka, osis, remus, dan tarbiyah jujur saja kesibukan berorganisasi tidak mengisinkan aku untuk bersedih, karena aku selalu berada di tempat ramai, selain organisasi itu aku juha kembali menekuni hobiku yaitu bernyanyi di setiap perwakilan sekolah, perwakilan organisasi dan sebagainya.
Biasanya aku juga mendapat juara bernyanyi, namun kesibukan ini seakan memberikan jarak antara aku dan adikku, aku jadi tidak punya waktu untuk mendengan keluh-kesah darinya lagi, sehingga kami berdua selalu dibandingkan oleh guru-guru disekolah.
Perbadingan ini sangat berdampak pada adikku, karena sering disbanding-bandingkan iapun bilang kepadaku aku selalu jelek dimata setiap orang ketika kakak menjadi orang yang lebih, aku tidak mau satu sekolah dengan kakak lagi.
Akupun kembali bingun bagaimana lagi selalu saja ada alasannya untuk tidak terbuka lagi denganku, ia selalu menutup diri lagi, ia selalu berfikir jika semua orang hanya sayang kepada Asmita saja, tidak ada yang peduli dengannya, padahal sebenarnya semua orang peduli padanya hanya saja tidak ada yang langsung bisa berinteraksi dengannya karena ia selalu tidak peduli, acuh tak acuh, dan langsung pergi ketika ada yang menasehatinya.
Pada saat itu aku jadi jarang pulang kerumah karena aku tidak ingin membuat adikku bersedih karena aku biasanya tinggal dirumah sahabatku istikoma, ia juga memiliki dinamika kehidupan sepertiku hanya saja dia tinggal bersama dengan ayah (kandung) dan ibu tirinya. 
Namun hubungannya dengan ibu tirinya kala itu bisa dikatakan kurang baik, karena terkadang fikiran mereka tidak sejalan dengan apa yang masing-masing ingin mereka lakukan.
Tentu saja aku mengerti dengan hal ini karena aku juga memiliki ibu tiri dan rasanya yang bagaimana-bagaimana tentu tak heran ketika istikoma selalu bertanya tentang hal-hal yang seperti ini kepadaku karena ia menganggapku lebih berpengalaman.
Walaupun terkadang kami berdua sering bersama namun ketika kami di sekolah sangat berbeda kami seakan tidak bersahabat karena masing-masing memiliki sahabat disekolah masing-masing kami berdua duduk dengan sahabat kami disekolah, kelas kami juga berbeda aku dikelas XII IPA 1 duduk sebangku dengan sahabatku yaitu Andi Sri Rahmadani, sedangkan istikoma berada di sebelah kelasku XII IPA 2, namun lama kelamaan ternyata aku lebih dominan untuk bermain dikelas XII IPA 2, karena aku merasa lebih nyaman dikelas itu, Andi Sri juga tak heran dengan hal ini karena, teman-teman yang biasa menjadi personilku ketika menyanyi adalah temanw-teman dari kelas XII IPA 2.
Hal ini yang membuat aku dan istikoma menjadi lebih akrab di sekolah. Jadi sahabat-sahabat kamipun terkadang bingung kenapa kami bisa sangat akrab padahal istikoma tidak pernah sama sekali membahas tentangku kesahabatnya, begitupun aku, jujur saja aku sangat jarang berintraksi dengan teman-teman dikelasku, aku lebih suka untuk sendiri, jika tidak ada proses belajar-mengajar dikelas selama SMA aku hanya aktif diorganisasi dan menyanyiku hal itulah yang membuatku sangat jarang untuk kembali kekelas untuk bercengkrama dengan teman-teman dikelas.
Sedangkan teman-temanku dikelas jarang yang mengikuti organisasi disekolah karena mereka beranggapan bahwa kita sudah kelas XII buat apa organisasi??. Tapi aku tetap aktif organisasi karena menurutku organisasi adalah tempat merefresh otak sejenak setelah menghadapi berbagai ujian yang ada disekolah.
Tak jarang ujian-ujian ini membuat kepala menjadi sakit , karna itu aku memilih organisasi sebagai alternative untuk menghilangkan sakit kepala terutama organisasi sini, selain iitu pramuka juga dapat menghilangkan stress karena banyaknya kegiatan-kegiatan didalam satu perlombaan yang dilakukan berdasarkan tingkatan masing-masing, yaitu siaga(SD), pengglang(SMP), dan Penegak(SMA).
Sebagai anggota DKR(Dewan Kerja Ranting) biasanya menjadi juri dan mengarahkan jalanya suatu perlombaan, hal inilah yang sejenak bisa membuat kita menjadi lebih bahagia dan tidak stress ketika akan mengikuti ujian akhir. Maka dari itu sebelum ujian berikanlah kesan yang baik dan meminta doa dari teman-teman dan adik-adik pramuka sehingga dapat dimudahkan dalam mengerjakan ujian dan latihan-latihan soal yang diberikan.
Apabila ada teman yang lebih paham kita bisa belajar bersama, karena dipramuka juga banyak hal-hal baru yang bisa menjadi pelajaran berharga selain akademik, misalnya kerjasama, dan jadikan apa yang setiap kita kerjakan menjadi hobi dan nikmati karena pramuka ingin melihat siapa yang ingin meluangkan waktunya untuk pramuka.
Di Pramuka juga kita diajarkan untuk mandiri misalnya memasak bersama, membersihkan bersama, memanajemen waktu dengan baik, berpakaian rapi, baju harus seragam dan satu rasa dengan teman-teman walaupun kita benar, namun jika ada teman yang diberikan hukuman maka kita harus membantunya dan memberikannya semangat, karena dari situlah kita belajar bagaimana kebersamaan yang sebenarnya.
Tentu hal-hal yang seperti ini yang akan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari selain itu ada juga osis yang tak kala disiplin waktunya dengan pramuka, jika dituntut untuk datang pagi sekitar jam 06:10 wita guna melaksanakan pembagian piket-piket yang sudah disepakati bersama pada saat rapat.
Dimana selain ada yang membersihkan ada juga yang mendata absen kelas dan absen piket mendata Pembina, siswa yang datang tidak tepat waktu atau terlambat dan tak lupa dengan siswa yang melanggar dengan menggunakan alat hias wajah yang berlebihan dan perhiasan yang berlebihan.
Biasanya aku yang mendata tak jarang aku mendata adikku yang melanggar dengan pakaian yang tak sesuai dan jam datangnya juga sangat kelewatan terkadang aku berfikir ini kesalahanku karena tidak tinggal bersama dirumah ibu. Harusnya aku lebih mampu mengedalikan keegoisanku untuk memilih tinggal bersama sahabat-sahabatku dibandingkan dirumah sendiri.
Padahal adikku sangat butuh perhatian terkadang didalam sholat aku seakan bernegosiasi hidup dengan tuhan agar adikku bisa menjadi manusia hebat dan tidak egois seperti aku. Bahkan bertegur sapa dengan adikku saja rasanya sangat asing, membuatku menjadi bingung bagaimana cara agar aku bisa menjadi saudara yang baik tuk adikku Irhas.
Adikku bahkan tidak ingin satu organisasi lagi denganku mungkin karna aku yang selalu sok sibuk dengan organisasi yang menuntuku untuk selalu siap siaga disekolah membantu guru-guru untuk menyiapkan ujian sehingga terkadang aku pulang megrib dari sekolah. 
Sesekali aku pulang kerumah ibu namun adikku juga jarang dirumah, akupun jadi lebih pulang bersama sahabatku karena adikku sangat jarang ditemui, terkadang aku meminta saran dari sahabatku apa yang harus kulakukan agar aku bisa akrab kembali dengan adikku yang kini sudah sangat jauh dariku seakan ada jurang diantara kami, sehingga kami sulit untuk bertemu.
Bertergur sapapun jarang seakan kami bukan saudara karena adanya jarak, ini namun jarak ini aku sadar jika apa yang aku lakukan ini hanya karena ingin menghilangkan kebimbangan hati atas perasaan yang gundah namun ternyata jauh lebih sedih rasanya orang yang biasanya disampingku memberi semangat kini seakan tidak mengenalku lagi.
Sampai pada akhirnya ayahku datang dari mamuju(kandung) menelfonku untuk datang kerumahnya sekedar menanyakan kabar tentang aku dan adikku , apakah kami mampu menjadi anak baik setelah semuanya terjadi??? Tentu saja aku mengatakan semuanya kepada ayah karena dia adalah teman yang paling mengerti.
Bagaimana adikku kembali, ayahku tidak pernah kupanggil ayah tapi aku memiliki panggilan khusus untuknya “Bapino” ayah menelfon adikku untuk bertemu dan mengajak kami kekebun makan kelapa muda, sehingga hubungan antara saudara inipun kembali cair dan membaik.
Dan aku sadar ternyata aku kurang berkomunikasi dengan adikku, sehingga hubungan kami menjadi renggang, sejak itu aku selalu berusaha menyempatkan diri untuk berkomunikasi walau hanya sekedar chat dan menanyakan apakah ia sudah belajar atau makan, ternyata ayah benar setiap orang itu memiliki porsi kasih sayang yang berbeda-beda.
Sejak saat itu adikku yang biasanya diperhatikan yang lebih, setelah semuanya terjadi iapun merasa kehilangan semuanya tanpa kusadari ia butuh teman untuk bercerita atas apa yang ia rasakan, namun aku sebagai kakak tidak pernah peka dengan hal-hal yang seperti ini sehingga adikku melampiaskan keinginannya dengan menutup diri dariku.
Kata ayah juga” kamu sebagai kakak harus mampu mengarahkan adikmu karena jika bukan kamu yang memberinya perhatian maka adikmu akan selalu arah.tetap jaga komunikasi setidaknya buat hari untuk kalian berdua bisa saling berbagi cerita jangan hanya mementingkan diri masing-masing karena kalian itu adalah satu jadi kalian harus mampu untuk saling menguatkan.
Setelah dinasehati kamipun pulang kerumah ibu dan adikku tentu kembali memperhatikan pelajaran-pelajarannya yang tertinggal, akupun membantunya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya walaupun adikku masih kadang-kadang marah karena selalu dibanding-bandingkan tapi emosinya kembali reda jika sudah mengucapkan semua apa yang orang lain lontarkan kepadanya, aku paham dia hanya butuh teman agar bisa mendegar keluh kesahnya dan sedikit saran yang kemudian meredakan amarahnya.
Setelah memasuki beberapa organisasi yang ukup menyibukka diri akhirnya aku memutuskan untuk tidak terlalu aktif karena aku ingin memiliki waktu bersama adikku, kemudia aku mengikuti tarbiyah supaya aku bisa memahami dan menambah ilmu agama dan bagaimana aku memposisikan diri sebagai seorang kakak untuk adikku yang butuh arahan dariku, sedangkan aku sendiri masih minim ilmu bahkan miskin ilmu.
Kemudia masuk tarbiyah atau kembali tinggal dirumah ibuku bersama adikku dengan jalan tarbiyah ini aku bisa menanyakan hal-hal yang ternyata masih salah misalnya perlakuanku terhadap orang-orang yang biasanya tidak pernah tersenyum, ternyata senyum kepada sesame adalah sedekah. Hal yang sekecil itu saja aku tak tahu dulunya maka dari itu aku semakin tertarik dengan tarbiyah ini karena ilmunya sungguh luarbiasa.
Dan tarbiyah juga aku bisa memperbaiki ibadah sholat dan ngaji yang dulunya pernah bolong-bolong sholatnya, ngajinya juga tidak lancer, sekarang Alhamdulillah bisa melaksanakan sholat tepat waktu dan mengaji sudah mulai lancar.
Selain itu tarbiyah juga mengajarkan agar kita bisa jatuh cinta dengan Al-Qur’an dengan cara memberitahukan kelebihan-kelebihan daru Al-Qur’an itu sendiri misalnya segala sesuatu yang bersentuhan dengan Al-Qur’an maka ia akan dimuliakan missal malam turunya Al-Qur’an malam lai’latul qadar (17 ramadhan) adapun nabi yang diturunkan Al-Qur’an kepadanya sebagai pedoman yaitu Muhammad SAW. Bahkan merupakan kekasih dari Allah SWT.
Namun ketika tryout semakin dekat aku pun menyiapkan diri untuk belajar dan mulai mencari contoh-contoh soal untuk dijadikan sebagai bahan untuk belajar, biasanya contoh soal-soal ini aku dapat dari kakak kelas yang sudah menjadi alumni, perpus dan dari guru yang bersangkutan setelah itu akupun mencoba untuk mengerjakan beberapa soal yang aku tahu.
Apabila ada beberapa soal yang sulit atau tidak bisa lagi kuselesaikan maka disekolah akan diberikan penyelesaian dari guru atau teman-teman yang lebih mengerti dengan soal-soal itu, kemudian pas selesai ditulis dipapan kita memberikan umpan balik, misalnya mengenai soal-soal yang tadinya kurang dipahami, supaya bisa dijelaskan lebih rinci oleh teman-teman yang sudah paham. Waktu cepat berlalu ketika mendekati 17 agustus aku ditunjuk untuk menjadi perwakilan penyanyi mewakili sekolahku SMA NEGERI 6 PINRANG, dan Alhamdulillah meraih juara 1, kemudian hadiahnya diserahkan kesekolah.
Senang rasanya bisa mmberikan sedikit kepada sekolah yang menjadi tempat belajarku selama ini bersamaan dengan ini perlombaan antar kelas ini ada beberapa lomba-lomba yang dirangkaikan. 
Perlombaan itupun diadakan selama kurang lebih seminggu. Biasanya disebut pekan olahraga dan seni (Porseni) lomba-lomba yang ada didalamnya antara lain volley,basket,Akustik,solo,kasidahan,cerdas cermat,perahu karet,stapet, screable, karoke,puisi, musikalisasi puisi, dan fasion show.
Setelah , melewati 17 Agustus akhirnya mendekati ujian sekolah, pada ujian yang akan segera dilakukan, ada kegiatan yang masih dilakukan oleh beberapa anggota inti dari organisasi intra sekolah yaitu hari guru dan perpisahan dengan kepsek atau kepala sekolah, itu ditandai dengan kunjungan-kunjungan oleh sekolah-sekolah yang berada di kabupaten pinrang. Aku selaku sekertaris pada organisasi ini. Aku dan teman-teman berencana merayakan hari guru dan perpisahan sekaligus pergantian kepala sekolah kami mempersembahkan beberapa kegiatan yaitu seni grafis sebagai cendramata untuk kepala sekolah dan setiap guru kami berikan sekuntum bunga, menampilakan musikalisasi puisi dan drama musical, setelah itu memberikan sebuah kue coklat sebagai kejutan yang tidak diduga-duga sehingga pada hari itu guru-guru yang diberikan merasa terharu sehingga memeluk kami semua sebagai wujud kasihnya kepada kami kemudian momen ini diabadikan dengan kamera dari salah satu teman di kalangan osis, kemudia setelah acara ini berakhir masing-masing dari kami sebagai anggota osis tentu kami membersihkan lokasi yang bersangkutan agar steril dari sampah setelah semuanya kembali seperti semula kami pulang kerumah masing-masing. 
Namun karena kelelahan salah satu dari kami pingsan, setelah itu kami membawanya menggunakan tandu menuju UKS, karena ia masih tidak sadar jadi iapun dirujuk ke puskesmas, setelah diperiksa oleh sang dokter kami baru tau rupanya ia ada riwayat penyakit asma. Jadi teman kami ini tidak boleh terlalu lelah dan tidak boleh berada dilokasi yang berdebu karena tentu hal ini akan memancing kambuhnya asma yang sudah lama ia derita setelah itu kami beramai-ramai menjeguknya setelah pulang dari sekolah kemudian kami kembali kerumah masing-masing untuk beristirahat.
Keeseokan harinya saya dan teman-teman memulai mencari informasi mengenai dunia perkuliahan, karena pada saat itu sudah sangat banyak mahasiswa yang datang kesekolah untuk mneyosialisasikan kampus mereka dimana mereka memberitahukan kami tentang fasilitas-fasilitas yang tersedia dikampus mereka, selain itu untuk informasi yang lebih lanjut mereka menyebarkan brosur kepada siswa-siswi kelas tiga, tujuanya agar para siswa yang tertarik bisa langsung mendaftar dan menghubungi link dan email yang telah tertera pada brosur . brosur ini juga memperlihatkan alur masuk dalam perguruan tinggi.
Hingga akhirnya aku tertarik untuk ikut sekolah kedinasan yaitu badan pusat statistic pada saat tes untuk masuk sekolah kedinasan ini aku harus pergi kekantor pusat statika, yang jaraknya cukup jauh dan tentu sangat macet karena terletak di Jl.H.Bau no. 6 Makassar, soal-soal yang diangkat didalam tes ini berjumlah 100 nomor dan menggunakan sistem minus. Namun karena belum reseki aku gagal pada tes tertulis ini.
Setelah itu aku mencoba untuk mendaftar SBMPTN, lokasinya juga cukup jauh yaitu di Jl.sd Sudirman Makassar namun lagi-lagi aku gagal lagi untuk yang ketiga kalinya, aku diberi saran untuk mendaftar mandiri tapi sudah tidak berminat, pada suatu malam aku dinasehati oleh sahabatku untuk tidak menyerah secepat ini kami sempat bertengkar karena hal ini. Aku sampai menangis namun akhirnya aku kembali semangat untuk mendaftar kuliah. Kali ini aku mencoba mendaftar UM-PTKIN, aku sudah buat satu prinsip jika aku gagal untuk yang keempatkalinya maka aku akan mencari pekerjaan dan tidak ingin kuliah lagi, karena terlalu sering ditolak akibatnya aku menjadi sedikit trauma, dan menjadi rendah diri, aku tidak pernah keluar rumah. Aku hanya berdiam diri dikamar karena aku merasa tidak berguna.
Hingga tiba hari pengumuman untuk UM-PTKIN ini aku bahkan sudah tidak ingin membuka portal kemudian kak fatmi pun segera mengecek portal say. Betapa terkaget-kaget saya ketika ia mengatakan bahwa selamat dek kamu lulus. Namun saya masih tidak percaya karena hari ini saya seakan masih dalam keadaan bermimpi karena saya merasa ini mungkin namun hal ini benar-benar terjadi bahkan kak fatmi sampai datang kerumah untuk memberitahuku tentang kelulusan ini, senang rasanya namun perasaan ini juga bingung apakah ini bukan mimpi. Awalnya setelah aku percaya akupun menyiapkan beberapa keperluan kampus, aku fikir dunia kampus sama dengan di film-film namun setelah kekampus mengikuti beberapa kegiatan akupun mulai berfikir bahwa kuliah tidak seperti perspektifku ketika SMA. Bahwa kekampus hanya sebentar kemudian main sama teman-teman setelah itu belajar sama-sama namun pada kenyataannya, semua yang kufikirkan bertolak belakang dengan realita yang terjadi.
Pelajaran yang diberikan tentu tingkatannya semakin sulit, namun semangat yang akan tetap membuatku untuk tetap selalu berusaha melewati semuanya dengan baik tidak semua hal yang aku tahukan akan terjadi, karena yang aku tahu setiap manusia hanya memiliki 3 hari dalam hidupnya yaitu kemarin,hari ini dan hari yang akan datang atau esok.
Dimana hari kemarin itu adalah sebuah masalalu yang bisa dijadikan sebagai pengalaman dalam hidup, kemudian hari ini adalah hari yang seharusnya bisa lebih baik dari hari kemarin dan hari ini juga adalah milik kita bagaimana cara kita bisa melewatinya dengan penuh makna dan berarti.
Sedangkan hari esok adalah misteri. Dan rencana-Nya lebih baik dari pada apa yang telah kita iming-imingkan bahkan dia selalu lebih tau apa-apa saja yang kita butuhkan, kemampuan kita saja ia lebih tau disbanding kita sendiri karena kesulitan itu akan diketahui apabila kita telah mencoba untuk melakukannya.
Setelah melalui proses pendaftaran dikampus, kegiatan awal yang saya ikuti adalah PBAK(Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan) kegiatan ini dilakukan pada mulanya dilaksanakan pada hari senin 3 september 2018, pada hari itu materi yang disajikan berupa “Visi atau cita-cita luhur”. Dan membahas tentang kepribadian adalah sikap seseorang secara spontan tanpa adanya unsur yang dibuat-buat. Adapun poin kedua tentang Allah Menciptakan 3 alam bagi manusia yaitu alam Rahim, dunia dan alam barzah. Adapun poin ketiga yaitu Allah memberi tiga istrumen untuk membagun kepribadian termasuk didalamnya, telinga untuk mendengar, penglihatan untuk melihat dan hati untuk memahami dan mempertimbangkan sesuatu. Dimana hati adalah cerminan yang akan timbul dalam bentuk kepribadian seseorang.
Kemudian materi berikutnya adalah Modernisasi Agama dan inktusiv dimana materi ini sangat menekankan bahwa Islam itu cinta, selain itu poin-poinnya jangan engkau mengklaim dirimu sebagai mukmin apabila kau tidak memiliki sepercik cinta terhadap saudaramu seperti cintamu kepada dirimu sendiri. 
Islam itu cinta yang sesungguhnya apabila kita mencintai yang tiga ini dengan sungguh-sungguh yaitu Tuhan,Nabi dan ibu. Apabila kita tidak mencintai mereka itu artinya cinta anda sedang sakit materi ini benar-benar sangat berkesan seolah-olah sampai sekarang masih tergiang ditelingaku, karena ketika pak Dr.Muhammad Sabri Ar.Mag membawakan materi ini aku sampai merinding karena ia seakan menyampaikan seakan ia sendiri yang sedang merasakannya. Aku terkagum-kagum melihat materi ini. Hingga pada saat hari tekahir yaitu rabu, 05 september 2018 aku dan teman-teman dari jurusan fisika diberikan yel-yel yang berjudul “Tebuk anak sholeh” hari itu sangat menyenangkan, setelah yel-yel dilanjutkan materi terakhir oleh Prof.Dr.H.Hendry Subiakto yang mana materinya berjudul “Indonesia dan energi anak muda di era digital “. Pada materi ini membahas seputar budaya net generation yang mana karna adanya budaya net generation ini membuat kita semua lebih banyak berintraksi dengan dunia maya, dimana dunia maya atau digital ini sendiri adalah dunia transparan.
Sebelum adanya dunia digital ada revolusi industry yang dimulai dari mesin tua,listrik dan internet. Kemudian perubahan sosial revolusioner, bisnis online, gojek , shopee, dan sebagainya, sehingga membuat kaula muda yang mampu menggunakannya dengan baik dan berdampak positif dan meningkatkan nasionalisme kaula muda namun yang menyalah gunakan dunia digital ini tentu akan menjadi boomerang bagi kaula muda yang akan kehilangan jati dirinya. Mengapa demikian, ketika kaula muda rusak maka tentu Negara ini tentu akan rusak pula karena, mereka adalah penerus bangsa dimasa yang akan datang. Misalnya kecanduan game online, bersifat individual, orang lain disekitar tentu akan merasa diabaikan dan silahturahmi dengan tentangga tentu akan berkurang karena ia hidup seakan didunia maya.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai kita makan bersama dan menikmati momen yang sangat berkesan tentu saja aku dan teman-teman tidak lupa untuk mengabadikannya dengan berfoto. Kemudian ada juga pelajaran baris-berbaris pada saat itu pembagian kelompok untuk baris-berbaris ini bukan berdasarkan jurusan namun berdasarkan angka yang dibagikan guna angka-angka tersebut akan membentuk beberapa formasi seperti bendera merah putih, FIK dan lain-lain.
Pada saat itu juga sangat menyenangkan namun begitu melelahkan apalagi ketika ada yang tak sepaham tentu akan berantakan, karena pada tahap ini kita diajarkan untuk kompak kerja sama, dan yang paling utama kesabaran, giat serta kedisiplinan waktu, karna tanpa itu semua tentu hal ini tidak akan bisa tercapai karna setiap individu pasti ingin dibenarkan, namun karena tidak menuruti ego kami bisa kelompok yang masuk kategori kompak dengan jumlah luar biasa.
Setelah PBAK berlalu hari pertama masuk kampus rasanya masih juga merasa asing, selang beberapa jam ada kegiatan jurusan yaitu penyambutan maba (mahasiswa baru) waktu itu aku selalu duduk paling depan, kemudian para kakak panitia memperkenalkan namanya satu persatu setelah kami para maba diperkenankan untuk memperkenalkan diri masing-masing setelah memperkenalkan diri dilanjutkan masuk laboratorium pendidikan fisika untuk pertama kalinya. Kesan pertama yang kudapatkan adalah ruagan penuh dengan kelap-kelip dan hiasan rangkaian-rangkaian listrik dan laporan yang ditata sedemikian rupa. Kukira ruangan itu akan tetap menjadi ruangan yang berwarna-warni aduhh. Setelah itu kak niha pun menjadi mc dalam proses penyambutan ini.
asdasdasdasdasdasdsad sangat kocak , lap kala itu hanya dipenuhi canda tawa dan tanpa kesedihan kegiatan ini juga dihadiri oleh para dosen dan staf jurusan pendidikan fisika dan satu lagi kala itu juga paling heboh pak def atau pak Qadafi , beliau adalah kajur terbaik, beliau ini seakan menjadi sosok ayah yang sangat peduli kepada kami semua setelah mengetahui dosen-dosen dari jurusan pendidikan fisika kemudian kakak-kakak dari HMJ diperkenalkan oleh MC dengan menyebut nama-nama dan julukan-julukan lucu yang diberikan sebelumnya.
Sungguh hari itu sangat menyenangkan kemudian masing-masing dari kami dan kalangan maba diperkenalkan untuk mengikuti game. Game kali ini adalah kami disuruh untuk mengambil origami yang berbentuk kupu-kupu dan angka setiap orang mengambil masing-masing satu origami angsa dan satu origami kupu-kupu yang mana bagi yang beruntung akan mendapatkan huruf-huruf yang akan dirangkai menjadi nama angkatan yaitu des18el karna kami angkatan 2018 jadi huruf I diganti jadi 1 dan huruf b diganti dengan angka 8.
Makna dari dis18el ini sendiri adalah taraf intensitas bunyi, dimana angkatan ini diharapkan agar suaranya bisa lebih besar dalam hal positif dan tidak hanya diam saja. Angkatan kami biasa disingkat desi-desi pada saat teman-teman yang mendapatkan kertas ini disuruh untuk naik untuk merangkai huruf-huruf ini menjadi kata Des1bel lampu pada ruangan ini serentak dipadamkan kami semua bingung kami fikir kegiatan ini akan berantakan ternyata pemadaman listrik ini merupakan bagian dari acara.
Setelah teman-teman berhasil menyusun huruf-huruf itu menjadi satu kata yaitu des18el, lampunya kembali dinyalakan suasananyapun semakin seru dan meriah, seketika itu aku merasakan ada sesuatu yang baru dan akupun bahagia dengan suasana itu. Kemudia diberikan arahan oleh Pak Kajur yang akrab disapa pak def mengenai jurusan pendidikan fisika yang berkaitan dengan dunia laporan.
Setelah pak def selesai memberi arahan kami diberi tontonan berupa video dari senior angkatan 2015 yang saat itu menjabat sebagai HMJ beserta jajarannya yang sedang melakukan ppl di luar daerah, ketika kami menonton video ini kamipun merasa terhibur karna selain ucapan selamat datang terselip juga video aktivitas-aktivitas senior yang konyol sehingga kamipun terbawa tawa dalam menonton.
Jam menunjukkan pukul 12:30 Wita kamipun bergegas keluar dari ruangan tersebut dan diarahkan oleh kakak-kakak panitia untuk pergi kemasjid untuk melaksanakan sholat duhur, sesampainya dimasjid kami kemudian mengantri untuk mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat. Singkat cerita setelah selesai sholat kami kemudian diarahkan untuk pergi makan bersama teman-teman, oleh panitia, kemudian menuju keauditorium untuk mengikuti kegiatan penutupan PBAK setelah penutupan kamipun bergegas pulang namun sebelum pulang kamipun tak lupa bersalaman dan saling sapa-menyapa dan melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk kenangan perjumpaan awal kami saat mengikuti proses PBAK selain itu akupun sempat meminta nomor WA teman-temanku untuk lebih mempererat pertemanan kami dengan membuat grub WA.
Hari pertama aku memasuki dunia kampus. Pada awalnya aku merasa senang karna aku kembali bertemu dengan teman-teman baruku,tapi setelah sampai dikelas aku merakasan hal yang berbeda, suasana yang menegangkan dan juga sedikit lucu menurutku. Aku dan temanku saling bertatap-tatapan namun enggan untuk saling menyapa karna masih terbesit rasa malu antar satu sama lain akupun memberanikan diri untuk menyapa temanku yang berawal dari chat singkat yang sok akrab, kemudian kamipun semakin akrab hingga dudukpun saling berdampingan didalam kelas.
Pada minggu pertama dihari senin sampai hari kamis kami belum aktif dalam proses belajar-mengajar, kami masih tahap proses perkenalan dengan dosen,tetapi pada minggu pertama adapun dosen yang tidak masuk sehingga pada minggu kedua kami masih melakukan proses perkenalan setelah proses perkenalan kamipun aktif dalam proses belajar-mengajar seperti mahasiswa pada umunya.
Pada saat perkuliahan ada satu metakuliah yang menurutku menarik karna pertemuan pertama dosen yang mengajarkan tidak pernah masuk tetapi, dosen tersebut berpesan kepada ketua tingkat bahwa pertemuan pertama matakuliah eksperimen fisika dasar 1 dilaksanakan dilaboratorium guna melaksanakan asistensi umum eksperimen fisika dasar 1 . ketika melaksanakan asistensi dosen memperkenalkan masing-masing asisten berdasarkan judul pratikum yang dilakukan kemudian langsung dibagi kelompok setiap golongan.
Seminggu setelah itu merupakan hari pertama aku dan teman-teman melaksanakan pratikum dengan judul “Dasar-dasar pengukuran” pengalaman pertamaku terbesit rasa senang sekaligus bangga karena bisa menggunakan baju lab dan rasanya ada kebahagiaan tersendiri dan perasaan terhadap apa yang akan dilakukan didalam laboratorium. Aku dengan wajah berseri-seri mendengar nama kelompokku dipanggil untuk bertanda tangan sebagai syarat masuk laboratorium. Kemudian akupun untuk pertama kalinya menginjakkan kembali kakiku kedalam laboratorium fisika. Didalam akupun mendapatkan bimbingan sekaligus arahan tentang prosedur kerja masing-masing alat-alat yang ada didalam laboratorium, suasana didalam laboratorium berjalan dengan cepat seakan waktu berjalan sangat cepat hingga akhirnya ketika keluar dari lap aku baru mengetahui ternyata dunia laboratorium tak seperti apa yang ada didalam fikiranku karena begitu menyesakkan kalau dirangkaikan dengan kata-kata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah SPI 3 Kerajaan Besar