Makalah Media Pembelajaran online Dan Ofline
MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN
“JENIS MEDIA DAN TEKNOLOGI YANG SESUAI BAIK YANG ONLINE MAUPUN YANG DIDAPAT SECARA MANUAL/MEDIA SEDERHANA”
DOSEN PEMBIMBING
DR.ROSDIANA, M.Pd.I.
DISUSUN OLEH
KELOMPOK 5:
ASMITA (20600118025)
HASANUDDIN WIRABUANA (20600118026)
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur yang kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas bantuan, berkat, dan rahmat-Nya pada kami selam proses penyelesaian makalah ini berlangsung.
Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Oleh karena itu, kami menyadari bahwa tugas ini tidaklah sempurna. Adanya keterbatasan kemampuan kami juga semakin menegaskan bahwa tugas ini masih jauh dari kata kesempurnaan.
Kami sangat berharap agar dapat memberikan kritik yang konstruktif, sehingga kami dapat meningkatkan hasilnya di lain kesempatan.
Kami berharap agar tugas ini bermanfaat bagi para pembaca, khususnya dalam memberikan berbagai informasi tentang media pembelajaran. Semoga bermanfaat bagi kehidupan para pembaca pada masa yang akan datang.
Makassar, 03 April
Kelompok 5
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 2
Rumusan Masalah 2
Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
Pengertian Media Pembelajaran 3
Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran 4
Jenis-jenis Media Pembelajaran 4
Pemilihan Media 17
BAB III PENUTUP 19
Kesimpulan 19
Saran 20
DAFTAR PUSTAKA 21
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu memahami, menggunakan alat-alat yang tersedia dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. Media digunakan sebagai alat komunikasi dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan materi dari pengajar kepada peserta didiknya.
Hamalik dalam Arsyad (2011:5) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasidan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.
Sebagai salah satu komponen pembelajaran, media tidak bisa luput dari pembahasan sistem pembelajaran secara menyeluruh pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru dalam setiap kegiatan pembelajaran. Namun kenyataanya bagian inilah yang masih sering terabaikan dengan berbagai alasan. Alasan yang sering muncul antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru telah membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal media pembelajaran.
Rumusan Masalah
Apa pengertian media pembelajaran?
Apa manfaat penggunaan media pembelajaran?
Apa saja jenis media pembelajaran?
Bagaimana cara pemilihan media?
Tujuan
Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran
Untuk mengetahui manfaat media pembelajaran
Untuk mengetahui jenis-jenis media pembelajaran
Untuk mengetahui cara pemilihan media
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk Jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. (Sadiman,2009:6). National Education Association dalam Arsyad (2011:5) memberikan definisi media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual dan peralatannya: dengan demikian, media dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, atau dibaca. Sedangkan pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa disebut pembelajaran.
Pengertian media pembelajaran menurut para ahli:
Schramm (1997) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Briggs (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi materi pembelajaran seperti: buku, film, video, dan sebagainya.
National Education Association (1969) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak, maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Jadi, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran
Menurut Sadiman (2009:17), secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (tahu kata-katanya, tetapi tidak tahu maksudnya)
Mengetahui keterbatasan ruang waktu, dan daya indera
Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa
Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.
Sedangkan menurut Azhar Arsyad (2001) manfaat media pembelajaran:
Penyampaian materi pelajaran menjadi lebih baku
Pembelajaran bisa menjadi menarik
Pembelajaran menjadi lebih interaktif
Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat
Kualitas hasil belajar siswa dapat ditingkatkan
Pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana saja
Sikap positif terhadap materi dan proses belajar dapat ditingkatkan
Pesan guru dapat nerubah ke arah yang lebih positif
Jenis-jenis Media Pembelajaran
Berdasarkan kategori media, Paul dan David (1999) melalui Rishe (2007) berpendapat bahwa ada enam kategori, yaitu media yang tidak diproyeksikan, media yang diproyeksikan, media audio, media film dan video, multimedia, dan media berbasis komunikasi. Sementara, menurut Schramm mengkategorikan media dari dua segi: dari segi kompleksitas dan besarnya biaya dan menurut kemampuan daya liputannya. Briggs mengidentifikasikan tiga belas macam media pembelajaran yaitu objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparansi, film rangkai, film bingkai, film televise, dan film gambar. Gagne menyebutkan tujuh macam pengelompokkan media, yaitu benda untuk didemostrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar.
Menurut Edling, ada enam macam media pembelajaran yaitu kodifikasi subjektif visual, dan kodifikasi objektif audio, kodifikasi subjektif audio, dan kodifikasi objektif visual, pengalaman langsung dengan orang, dan pengalaman langsung dengan benda-benda. Soeparno (1988), berpendapat bahwa klasifikasi media dilakukan dengan menggunakan tiga unsure berdasarkan karakteristiknya, berdasarkan dimensi presentasinya, dan berdasarkan pemakaiannya.
Bretz (dalam Hujair., 2009) mengidentifikasi ciri utama dari media menjadi tiga unsur pokok, yaitu suara, visual, dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga yaitu gambar, garis, dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang dapat ditangkap dengan indera penglihatan. Di samping itu, Bretz juga membedakan antara media siar (telecommunication) dan media rekam (recording) sehingga terdapat delapan klasifikasi media:
media audio visual gerak,
media audio visual diam,
media audio visual semi gerak,
media visual gerak,
media visual diam,
media semi gerak,
media audio, dan
media cetak.
Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dengan pengalaman suara (audio), penglihatan (visual), dan pengalaman gerakan dapat diatasi sikap pasif peserta didik dalam pembelajaran.
Beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khusunya di Indonesia (Sadiman, 2009:28)
Media Grafis
Media grafis termasuk media visual saluran yang dipakai adalah menyangkut indera penglihatan, pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual yang perlu dipahami benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien.
Secara khusus grafis berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan (Sadiman, 2009:29)
Jenis-jenis media grafis:
Gambar/foto
Gambar/foto merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana.
Kelebihan media gambar/foto (Sadiman,2009:29)
Sifatnya konkret: gambar/foto lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata
Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
Foto harganya murah dan mudah didapat serta digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus
Kelemahan media gambar/foto (Sadiman, 2009:31)
Gambar/foto hanya menekankan persepsi indera mata
Gambar/foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran
Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
Ada enam syarat yang harus dipenuhi oleh gambar/foto yang baik sehingga dapat dijadikan sebagai media pendidikan (Sadiman, 2009:31)
Autertik
Sederhana
Ukuran relatif
Gambar/foto sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan
Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran
Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus.
Sketsa
Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail sketsa. Selain dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan sebab media ini dapat dibuat langsung oleh guru.
Diagram
Diagram pada umumya berisi petunjuk-petunjuk. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.
Bagan/chart
Bagan/chart berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual.
Syarat bagan yang baik (Sadiman, 2009:35)
Dapat dimengerti anak
Sederhana dan lugas, tidak rumit atau terbelit-belit
Diganti pada waktu-waktu tertentu agar up to date dan tidak kehilangan daya tarik.
Grafik (Graphs)
Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.
Manfaat/kelebihan grafik sebagai media (Sadiman, 2009:40)
Bermanfaat untuk mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif dan hubungan-hubungannya.
Memungkinkan kita dapat mengadakan analisis, interpretasi dan perbandingan antara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan, dan arah.
Penyajian data grafik, jelas, cepat, menarik, ringkas, dan logis.
Syarat grafik sebagai media yang baik (Sadiman, 2009:41)
Jelas untuk dilihat oleh seluruh kelas
Hanya menyajikan satu ide setiap grafik
Ada jarak/ ruang kosong antara kolom-kolom baginya
Warna yang digunakan kontras dan harmonis
Berjudul dan ringkas
Sederhana (simplicity)
Mudah dibaca (legibility)
Praktis, mudah diatur (manageability)
Menggambarkan kenyataan (realisme)
Menarik (attractiv eness)
Kelas dan tidak memerlukan informasi tambahan (appropriateness)
Teliti (accuracy)
Kartun
Kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis adalah suatu gambar interpretative yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang situasi, atau kejadian-kejadian tertentu.
Poster
Berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang membeli produk baru suatu perusahaan.
Syarat poster yang baik (Sadiman, 2009:47)
Sederhana
Menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok
Berwarna
Slogannya ringkas
Tulisannya jelas
Motif dan desain bervariasi.
Peta dan Globe
Berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi.
Papan Flannev Flannel Board
Papan flannel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula.
Papan buletin (Bulletin Board)
Berfungsi untuk menerangkan sesuatu, papan bulletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu.
Media Audio
Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Beberapa jenis media audio:
Radio
Kelebihan radio sebagai media (Sadiman, 2009:49)
Harganya lebih murah dan variasi programnya lebih banyak daripada televisi
Sifatnya mudah dipindahkan
Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem jadwal karena program dapat direkam dan diputar lagi sesuka kita
Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak
Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar
Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan pada bunyinya dan artinya
Siaran lewat suara terbukti sangat tepat/cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa
Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan jika dikerjakan oleh guru
Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang dapat dikerjakan oleh guru
Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
Kelemahan radio sebagai media
Sifat komunikasinya hanya satu arah
Biasanya siaran disertalisasikan sehingga guru tidak dapat mengontrolnya
Perjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah
Alat Perekam Pita Magnetik/Tape Recorder
Beberapa kelebihannya (Sadiman, 2009:54)
Mempunyai fungsi ganda yang efektif sekali untuk merekam, menampilkan rekaman, dan menghapusnya
Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume
Rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanya dapat dipakai lagi
Pita rekaman dapat digunakan sesuai jadwal yang ada
Program kaset dapat menyajikan kegiatan-kegiatan atau hal-hal diluar sekolah
Program kaset dapat menimbulkan berbagai kegiatan
Program kaset memberikan efisiensi dalam pengajaran bahasa
Beberapa kelemahannya (Sadiman, 2009:54)
Daya jangkaunya terbatas
Biayanya mahal bila pengadaannya untuk sasaran yang banyak
Laboratorium bahasa
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan cara menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Media yang dipakai adalah alat perekam
Media Proyeksi Diam (Still Projected Media)
Beberapa jenis media proyeksi diam (still projected media):
Film Bingkai (slide)
Menurut Arsyad (2011), keuntungan penggunaan film bingkai (slide)
Urutan gambar (fim bingkai) dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan
Isi pelajaran yang sama yang terdapat dalam gambar-gambar film bingkai dapat disebarkan dan digunakan diberbagai tempat secara bersamaan
Gambar pada film bingkai tertentu dapat ditayangkan lebih lama dan dengan demikian dapat menarik perhatian dan membangun persepsi siswa yang sama terhadap konsep atau pesan yang ingin disampaikan
Film bingkai dapat ditayangkan pada ruangan yang masih terang
Film bingkai dapat menyajikan gambar dan grafik untuk berbagai bidang ilmu kepada kelompok atau perorangan dengan usia yang tidak terbatas
Film bingkai dapat digunakan sendiri atau digabung dengan suara/rekaman
Film bingkai dapat menyajikan peristiwa masa lalu atau peristiwa di tempat lain.
Menurut Sadiman (2009), kelemahan film bingkai:
Seri program film bingkai yang terdiri dari gambar-gambar lepas mudah dapat hilang atau tertukar apabila penyimpanannya kurang baik
Hanya mampu menyajikan objek-objek secara diam (still)
Bila tidak ada daylight screen, penggunaan program slide suara memerlukan ruangan yang gelap.
Dibandingkan dengan gambar, foto, bagan, atau papan flannel pembuatan film bingkai jauh lebih mahal biayanya.
OHP (over head projector)
OHP adalah visual baik berupa huruf, lambang, gambar, grafik, atau gabungannya pada kembaran bahan tembus pandang atau plastik yang dipersiapkan untuk diproyeksi ke sebuah layar atau dinding melalui sebuah proyektor.
Kelebihan OHP (Arsyad, 2011:43):
Pantulan proyeksi gambar dapat terlihat jelas pada ruangan yang terang
Dapat menjangkau kelompok yang besar
Guru selalu dapat bertatap muka dengan siswa karena OHP dapat diletakkan di depan kelas
Transparansi dapat dengan mudah dibuat sendiri oleh guru, baik yang dibuat secara manual maupun yang proses cetak, salin, dan kirim
Peralatannya mudah dioperasikan dan tidak memerlukan perawatan khusus
Memiliki kemampuan untuk menampilkan warna
Dapat disimpan dan digunakan berulang kali
Dapat dijadikan pedoman dan panutan bagi guru dalam penyajian materi.
Kelemahan OHP (Arsyad, 2011:44)
Fasilitas OHP harus tersedia
Listrik pad ruang/lokasi penyajian harus tersedia
Tanpa layar yang dimiringkan, sulit untuk mengatasi distorsi tayangan yang berbentuk trapezium
Harus memiliki teknik khusus untuk pengaturan urutan baik dalam hal penyajian maupun penyimpanan
Media Proyeksi Gerak (Projected Motion Media)
Beberapa jenis media ini adalah:
Film
Keunggulan media film (Sadiman, 2009:68)
Film merupakan suatu denominator belajar yang umum
Film sangat bagus untuk menerangkan suatu proses
Fim dapat menampilkan kembali masa lalu dan menyajikan kembali kejadian-kejadian sejarah masa lampau
Film dapat menggembara dengan lincahnya dari satu negara ke negara yang lain
Film dapat menyajikan baik teori maupun praktik dari yang bersifat umum ke yang khusus maupun sebaliknya
Film dapat mendatangkan seorang ahli dan memperdengarkan suaranya di kelas
Film dapat menggunakan teknik-teknik seperti warna, animasi, dan sebagainya untuk menampilkan butir-butir tertentu
Film memikat perhatian anak
Film lebih realistis, dapat diulang-ulang, dihentikan, dan sebagainya, sesuai dengan kebutuhan
Film dapat mengatasi keterbatasan daya indera kita (penglihatan)
Film dapat merangsang atau memotivasi kegiatan anak-anak
Menurut Arsyad (2011) kelemahan media film ini adalah:
Pengadaan film memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang banyak
Tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut
Film yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan belajar dan tujuan belajar yang diinginkan, kecuali film dirancang dan diproduksi sendiri.
Televisi
Televisi merupakan media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio-visual dengan disertai unsur gerak.
Kelebihan media ini (Sadiman, 2009:71):
TV dapat menerima, menggunakan dan mengubah atau membatasi semua bentuk media yang lain, menyesuaikan dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai
TV merupakan media yang menarik, modern dan selau diterima oleh anak-anak
Dapat memikat perhatian penonton sepenuhnya
Mempunyai realitas dari film tapi juga mempunyai kelebihan yang lain yaitu immediacy (objek yang baru saja ditangkap kamera dapat segara dipertontonkan)
Sifatnya langsung dan nyata
Horizon kelas dapat diperlebar dengan TV
TV dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam hal mengajar
Kelemahan media televisi:
Sifat komunikasinya hanya satu arah
Jika akan dimanfaatkan di kelas jadwal siaran dan jadwal pelajaran di sekolah sering kali sulit disesuaikan
Program diluar control guru
Besarnya gambar di layar relative kecil dibanding dengan film, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkan terbatas.
Video
Kelebihan video anatara lain (Sadiman, 2009:74):
Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dan rangsangan luar lainnya
Dapat memperoleh informasi dari para ahli/spesialis
Demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan rekam sebelumnya, sehingga pada waktu mengajar guru bisa memusatkan perhatian pada penyajiannya
Menghemat waktu dan dapat diputar berulang-ulang
Ruangan tidak perlu digelapkan
Kelemahan media ini (Sadiman 2009:75):
Perhatian penonton sulit dikuasai
Sifat komunikasinya bersifat satu arah
Kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara sempurna
Memerlukan peralatan yang mahal dan kompleks.
Komputer
Kelebihan media ini (Arsyad,2011:54)
Dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran
Merangsang siswa untuk mengerjakan latihan
Tingkat kecepatan belajar siswa disesuaikan dengan tingkat penguasaan
Kemampuan siswa menguasai suatu program pembelajaran dapat dipantau
Dapat berhubungan dengan dan mengendalikan perhatian lain
Kelemahan media ini (Arsyad, 2011:55)
Harganya mahal
Diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus tentag komputer
Keberagaman model computer sering menyebabkan program yang tersedia untuk satu model tidak cocok dengan yang lainnya
Program yang tersedia belum memperhitungkan kreativitas siswa
Hanya efektif bila digunakan oleh satu orang atau beberapa orang dalam kelompok kecil
Pemilihan Media
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan media pembelajaran
Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran
Karakteristik media pembelajaran
Alternatif pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan.
Arsyad (2011), mengungkapkan pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan media dilakukan memperhatikan faktor-faktor berikut:
Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor dana, fasilitas dan peralatan yang tersedia, waktu yang tersedia, sumber-sumber yang tersedia
Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran
Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal
Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan dan keefektivan biaya
Pemilihan media sebaiknya memperhatikan pula:
Kemampuan mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat (visual/audio)
Kemampuan mengakomodasikan respons siswa yang tepat (tertulis, audio, dan/atau kegiatan fisik)
Kemampuan mengakomodasikan umpan balik
Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi dan stimulus, dan untuk latihan dan tes
Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam
Dari segi teori belajar, berbagai dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media dalah sebagai berikut:
Motivasi
Perbedaan individual
Tujuan pembelajaran
Organisasi isi
Persiapan sebelum belajar
Emosi
Partisipasi
Umpan balik
Penguatan
Latihan dan pengulangan
Penerapan
Kriteria pemilihan
Menurut sadiman (2009:84), “kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan”.
Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalm pemilihan media:
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi
Praktis, luwes, dan bertahan
Guru terampilan menggunakannya
Pengelompokan sasaran
Mutu teknis
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Adapun jenis-jenis media pembelajaran yaitu:
Media Grafis, meliputi:
Gambar/foto f. Sketsa
Diagram g. Bagan/Chart
Grafik (Graphs) h. Kartun
Poster i. Peta dan Globe
Papan Flannel j. Papan Buletin
Media Audio, meliputi:
Radio
Alat perekam Pita Magnetik/Tape Recorder
Laboratorium bahasa
Media Proyeksi Diam (Still Projected Media)
Film Bingkai (slide)
OHP (over head projector)
Media Proyeksi Gerak (projected Motion Media), meliputi:
Film
Televisi
Video
Komputer
Kemudian ada juga kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, yaitu sebagai berikut:
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi
Praktis, luwes, dan bertahan
Guru terampil menggunakannya
Pengelompokan sasaran
Mutu teknis
Saran
Diharapkan agar para pendidik dapat selektif dalam memilih media pembelajaran sesuai dengan materi atau bahan ajar yang disampaikan sesuai dengan media yang dipilih sehingga peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Hujair AH. Sanaky (2009) Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press
Sadiman, Arief. 2009. Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soeparno (1988). Media Pengajaran Bahasa. Jakarta: PT Inter-Pariwisata.
PERTANYAAN
Bagaimana kemudian kalau ada puluhan mata pelajaran dengan ratusan materi pembelajaran?
Bagaimana caranya agar peserta (siswa) tidak salah masuk kelas (tidak salah mengambil materi pembelajaran)?
Bagaimana kemudian kalau pengajar ingin menambah atau memperbaiki materi pembelajaran pada suatu semester tertentu?
Bagaimana caranya dalam proses belajar mengajar dapat membandingkan materi pembelajaran dari kurikulum yang berbeda atau dari meteri tahun sebelumnya?
bagaimana caara mencapai kriteria suatu media pembelajaran? Dan bagaimana mengetahui apakah kriteria tersebut sudah tercapai atau belum?
.
Komentar
Posting Komentar